Jumat, 12 Desember 2008

Hemat BBM dan Ramah Lingkungan


Sekarang lagi marak2nya neh berbagai macam organisasi bahkan personal yang menyerukan untuk melakukan “GO GREEN” ataupun seruan “STOP GLOBAL WARMING”. Negara-negara maju seperti Amerika pun membuat dan melaksanakan berbagai proyek untuk mendukung seruan tersebut diantaranya dengan memunculkan teknologi dan solusi yang ramah lingkungan. Nah kita(Negara Indonesia) sebagai Negara yang masih berkembang juga bias seperti mereka…. Ga perlu yang mahal dan muluk-muluk.. cukup dengan mengikuti beberapa

petunjuk sederhana yang saya berikan ini.
Seperti yang kita ketahui bahwa transportasi menyumbang 25% pemanasan global; tiga perempatnya berasal dari transportasi darat berbahan dasar fosil (minyak bumi). Pusat Kajian Subsidi Bidang Fiskal, Departemen Keuangan mencatat lima tahun terakhir sector transportasi rata2 menghabiskan lebih dari 45% total BBM nasional, jauh melebihi konsumsi BBm sector Industri yang 20%.
Padahal sudah bayak dipublikasikan mengenai program Eco-Driving . Dengan Eco-Driving kita dapat menghemat BBM(20-30%), dapat menurunkan gas buang, kemacetan, pencemaran udara dan suara dan tentu saja kecelakaan. Kok bisa? Anda pasti bertanya seperti itu. Sebenarnya hal ini bukanlah hal yang asing lagi bagi kita namuan kita sering bahkan sangat tidak menyadarinya.
Ada tiga (3) perilaku berkendara yang perlu diperhatikan yaitu:
1). Perencanaan cara berkendara (Maksudnya :? ??)
Perencanaan sendiri meliputi rute, waktu perjalanan, dan jenis kendaraan. Hindari berkendara saat jam sibuk jika tidak ‘terpaksa’ sekali. Anda harus mengetahui titik2 kemacetan yang ada di kota anda atau bahkan kota yang anda tuju (Kalau sempat ). Agar lebih aman dan nyaman, berangkatlah sebelum dan selepas jam sibuk. Kalau rutinitas hanya rumah,-kantor, gunakan saja kendaraan umum, atau berbagi kendaraan pribadi (sambil patungan beli BBM) dengan teman-teman yang searah. Yah gengsinya disimpan dulu karena ini juga demi kebaikan diri dan bersama.
Satu lagi, kalau untuk kegiatan memanaskan mobil tidak butuh waktu lama. Cukup 30-45 detik, boleh nambah dikitlah kalau begitu keluar rumah harus melalui jalan yangmenanjak.
Ingat! Setiap pemanasan 45 menit, BBM tersedot 1 liter. Namun jangan pula langsung menjalankan mobil dalam kondisi dingin karena akan menyedot BBM 2-3 kali lebih banyak dibandingkan dengan yang sudah panas. Sekali start setara 1 menit pemanasan . Metikan mesin bila harus menunggu lebih dari 30 detik, sebab restart mesin lebih hemat dibandingan dengan mesin menyala 10 detik. (sampai disini masih mudengkan dengan artikel saya :D
2). Cara Berkendara
Cara berkendara, sesuaikan gigi dangan kecepatan kendaraan. Contoh , gigi 1 untuk kecepatan 0-15 km/jam, gigi 2 (15-35 km/jam), gigi 3 (35-50 km/jam), gigi 4 (50-70 km/jam), gigi 5(kecepatan diatas 70 km/jam). Pindahkan transmisi secepat mungkin. Pada kendaraan berbahan bakar bensin atau gas lakukan sebelum 2.500 putaran per menit (rpm). Pada transmisi tertinggi pertahankan kecepatan jelajah di 70-80 km/jam. Gigi transmisi tinggi menyedot BBM lebih sedikit untuk pembakaran dan menghemat 5-10%. Tukar gigi ke netral bila akan berhenti di lampu merah.
Lakukan pergerakan dengan lembut, stabil di 1.200-3.000 rpm. Jadi, ngegas atau ngerem mandadak harap dihindari. Begitu juga memotong, menyalip dan berkendara agresif (duh apaan tuh???)

3. Perawatan Kendaraan
Perawatan kendaraan seperti mematikan AC saat suhu tidak terlalu panas, atau setel suhu diatas 21° C. hindari muatan yang berlebihan sebab akan dibutuhkan tenaga yang lebuj besar alias BBM lebih basar. Setiap 5000 km cek kendaraan untuk memastikan kendaraan masih baik. Periksa tekanan angin ban secara berkala. Kekurangan angin 25% dari normal akan meningkatkan 10% traksi roda, selain berbahaya juga boros bensin 2-3% dan menambah emisi gas sampai 5%.

Sekian beberapa penjalasan saya mengenai Eco-Driving. Sebenarnya kalau kita mempunyai bajet yang lebih untuk mambeli kendaraan yang memang hemat energy bisa menjadi salah satu tindakan yang baik, naman bila tidak anda bisa manggunakan penjelasan saya tadi. Namun semua ini memang tidak lepas dari infrastruktur dan teknologi kendaraan saat ini. Jadi sabaiknya Pabrik2 kendaraan membuat kendaraan transportasi yang mendukung program ‘Go Green’ alias hemat energy.



Related Posts by Categories



0 komentar:

Posting Komentar